Minggu, 19 Januari 2014

DESKRIPSI KECAMATAN KAPUR IX KABUPATEN LIMAPULUH KOTA PROPINSI SUMATERA BARAT

Kecamatan Kapur Sembilan Kabupaten Lima Puluh Kota

GEOGRAFIS
Kecamatan Kapur IX adalah salah satu dari tiga belas kecamatan yang ada di bagian timur Kabupaten Limapuluh Kota. Luas wilayah Kecamatan Kapur IX 723,36 Km2 yang berarti 21,56 % dari luas Kabuputen Limapuluh Kota yang luasnya 3.354,30 Km2,yang terdiri dari 7 nagari dan 31 jorong.
  1. Nagari terluas adalah Nagari Galugua 128 Km2 terdiri dari 4 jorong,yaitu: (a)Galugua, (b) Koto Tangah, (c) Tanjung Jajaran, (d)Morgan,
  2. Nagari Sialang 117 Km2 terdiri dari 4 jorong, yaitu :(a)Sialang Bawah, (b)Sialang Ateh, (c)Lubuk Koto, (d)Ronah Bengkek,
  3. Nagari Lubuak Alai 106 Km2 terdiri dari 6 jorong, yaitu :(a)Suka Karya, (b)Alai Baru, (c) Rumbai, (d) Balai Tangah, (e) Koto Tinggi, (f)Saiduanau,
  4. Nagari Koto Lamo 103,36 Km2 terdiri dari 5 jorong, yaitu (a)Koto Tuo, (b)Koto Tangah, (c)Tanjung Bungo, (d) Lolo, (e)Sungai Nyanyiang,
  5. Nagari Muaro Paiti 95 Km2 mempunyai 6 jorong, yaitu :(a) Kampuang Baru, (b) Kampuang Dalam, (c) Kampung Talawi, (d) Sungai Panjang Indah, (e) Kampung Duri, (f) Koto Tinggi,
  6. Nagari Koto Bangun 91 Km2 mempunyai 3 jorong, yaitu: (a)Pulau Sialang, (b) Simpang,(c)Kampung Baru
  7. Nagari Durian Tinggi 81 Km2 terdiri 3 jorong, yakni: (a) Bintungan Sati, (b)Cinta Maju, (c)Ranah Pembangunan
Ibu kecamatan adalah Muaro Paiti yang terletak 78 Km dari Kota Sarilamak.Batas Kecamatan adalah sebagai berikut : Sebelah Utara dengan Propinsi Riau,Selatan Kecamatan Bukit Barisan dan Gunuang Omeh, Timur Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Barat Kabupaten Pasaman.
TOPOGRAFI
Topografi Kecamatan Kapur IX bervariasi antara datar,bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian dari permukaan laut terendah pada nagari Lubuak Alai ( 137m dpl) dan tertinggi puncak Bukit Sapan Kijang di Nagari Koto Lamo (720 m dpl).
Kecamatan ini mempunyai Bukit diantaranya : B. Sangkar Puyuah, B.Batu Aguang, B.Rimbo Putus, B.Rimbo Pancuang,B. Sapan Kijang, B.Pandan, B. Rangau, B.Tadung, B.Batu Putiah,B.Alang Gadang, B.Kandang Lawan, B.Luncing, B.Lereng Bincang,B.Karsik Nambun,B. Koto Gilingan, B. Angau, B. Tapanggang,B. Bakar, B.Luncung, B.Pandam, B.Rimbo Sangkar,B. Batu Putiah, B.Malin, B.Balego, B.Patai,B. Tusam, B. Mangkudu, B.Batang Manau, B.Gong dan B.Ngalak.
Daratannya dialiri dengan banyak sungai besar dan kecilyang telah dimanfaatkan masyarakat untuk transportasi mempergunakan speed boat, sumber irigasi sawah , pencarian ikan dan sumber Galian C pasir dan kerekel . Nama –nama sungai tersebut adalah : Sungai Batang Kapuar, Batang Sopan, Batang Gamuruah, Batang Mangan, Batang Karuah, Kapua Putiah, Kapua Ketek, Sungai Keluaran,Sungai Janiah, Batang Jolu, Batang Tialan,Batang Morgan, Batang Tiawan, Batang Gian dan Batang Dondan.
SEJARAH MENURUT TAMBO
Dalam Tambo disebutkan bahwa Kecamatan Kapur IX sekarang merupakan bagian Ranah dari Luak Limo Puluah dan merupakan wilayah Tengah dari Kampar Kanan. Yang dikatakan Kapur IX adalah : Koto Lamo, Lubuak Alai, Koto Bangun, Durian Tinggi, Sialang, Kapua, Pongkai, Gunuang Malelo, dan Tanjuang Muaro Takuih.
Sementera itu Galugua disebutkan dengan VI Koto Kampar yang terdiri dari dua bagian ,pertama Galugua III Koto di Mudiak atau Galugua Ateh atau dinamakan juga Muaro Sungai Lolo. Kedua Galugua III Koto di hilia atau galugua Bawah.
Adapun susunan pemerintahan Kampar menurut adat adalah Pemerintahan Bandaro yang disebut dengan andiko 44 , yang 40 jatuh ke Kampar dan yang empat jatuh ke Kapua IX, dan yang jatuh ke Kapur IX yaitu :1) Dt. Rajo Balai di Muaro Takus sebagai Pucuk Andiko 44, 2) Dt. Sati di Gunuang Malelo sebagai Timbalan Pucuk Andiko, 3) Dt. Bandaro di Tanjuang sebagai Timbalan Pucuk Andiko dan Rajo Mahimpun di Muaro Takus sebagai manti pucuk andiko. Dan sebagai andiko lainnya adalah : Dt. Rajo Malelo di Muara Takus, Dt. Parabu di Pongkai, Dt. Majo di Gunuang Malelo, Dt. Bandaro Kayo di Lubuak Alai,Dt, Bandaro Kuniang di Muaro Paiti, Dt. Bandaro Hijau di Durian Tinggi, Dt. Bandaro Sati di Lolo Koto Lamo, Dt. Rajo di Galugua
ZAMAN BELANDA
Dizaman Belanda Kapur IX dinamakan Kelarasan Kapua nan Sembilan dan daerah (Landschap) Galugua III Koto di Hilia yang merupakan bagian dari Kecamatan Kampar Atas ,Kabupaten Limapuluh Kota dengan pusat pemerintahanya di Bangkinang dengan Kontroler : OP Besseling, Jaksa Royan Dt. Jamarif dan Ajung Jaksa adalah Majid Khatib Sampono dan Halat Sutan Marajo.
Setelah perobahan pembagian administrasi Sumatera Barat bulan Nopember 1914 maka Kecamatan Kapur IX bernama Onderdistrik Sialang (Kapur IX dan Galugua III Koto ) dari Onderafdeling Pangkalan , Afdeling Limapuluh Kota dengan Assiten demangnya bernama Jamaluddin Dt. Indo Marajo berkedudukan di Sialang.
ZAMAN KEMERDEKAAN
Pada awal kemerdekaan wilayah Kecamatan Kapur IX merupakan bagian dari kewedanaan Bangkinang , Luhak Lima Puluh Kota. Setelah Agresi Belanda II berdasarkan intruksi Gubernur Militer Sumatera Tengah No. 10/GM/ST/ 49 tanggal 9 Nopember 1949, dan diresmikanlah Kabupaten Limapuluh Kota Pada Tangal 19 Desember 1949, maka Kecamatan Kapur IX merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota.
Nama-nama camat Kecamatan Kapur IX adalah : Azhar Hamid (1949-1952), Gudang (1952-1953),Tengku Aladin (1953-1954), Tengku Saleh (1954-1955),Bagindo Ami (1955-1955), R. Dt. Doyok (1955-1957), Maran (1957-1960),Amran Zai (1960-1963), Naswar (1963-1964), Hatribal (1964-1967), Yusri,HI(1967-1968), Syahruddin (1968-1969), Amasri,BA (1969-1972), Mahyudin Tamara BA (1972-1973),Muzahar Abdulah, BA (1973-1977), Yohanes Dahlan ,BA (1977-1980), S.Dt.Rajo Sulaiman BA (1980-1983), Ruswan Abbas ,BA (1983-1985), Drs. Syafruddin Darab, BA (1985-1986), Drs. Mohammad Guntur (1986-1989) Karateker Drs. Syahmunir (1989-1990), Drs.Erminas (1990-1994), Drs. Don Adonis ( 1994-1996), Drs. Ridwan ( 1996-1998), Busman,BA (1998-2000), Musdar Darwis, Ba ( 2000- 2002) dan Ir Wal Asri (2002-2004),Drs.Basnida Efrizal.M.Si (2004-2005), M.Ali Firdaus,S.Sos (2005-2008),Drs.Ilyas (Jan 2009- Mar 2010), Yan Agusra.S.Sos.M.Si (Mar 2010- Desember 2010 ), Elsiwa Fajri (Januari 2011-Sekarang )
AGAMA
Untuk menunjang kehidupan beragama di Kecamatan Kapur IX terdapat fasilitas tempat ibadah berupa Masjid (22 buah), Mushala (8 buah), dan Langgar (34 buah). Masyarakatnya 100 % memeluk agama Islam. Jumlah ulama 24 orang, mubalig 93 orang, penyuluh agama 13 orang dan khatib 22 orang.
KEPENDUDUKAN
Jumlah penduduk Kecamatan Kapur IX adalah 26.479 jiwa yang terdiri dari laki-laki 13.587 jiwa dan perempuan 12.892 jiwa dengan sex Rasio 105,39 % dan tingkat kepadatan penduduk 37 jiwa/Km2. Sumber mata pencaharian penduduk adalah petani baik sebagai petani sawah maupun sebagai petani karet dan gambir dengan persentase 87 %, pedagang 10 % dan lainnya 3 % dari jumlah penduduk yang usianya produktif.
PENDIDIKAN
Sarana pendidikan di Kecamatan Kapur IX yang telah tersedia sejak tingkat pendidikan TK sampai SLTA. Sarana pendidikan TK berjumlah 20 (dua puluh) unit. Sarana pendidikan SD tersebar disemua nagari berjumlah 31 (tiga puluh satu) unit. Untuk tingkat pendidikan SLTP Negeri 4 (empat) unit. Dan untuk tingkat pendidikan SLTA berjumlah 1 (satu) unit.
KESEHATAN
Dibidang kesehatan, fasilitas dan sarana kesehatan di Kecamatan Kapur IX juga masih sangat terbatas. Untuk melayani 7 Nagari yang ada hanya terdapat 2 unit Puskesmas , 7 unit Puskesmas Pembantu (Pustu) , Polindes 10 unit dan Posyandu 30 unit. Adapun tenaga medis yang terdapat di kecamatan ini terdiri dari 4 orang dokter, perawat 8 orang, 18 orang bidan.
PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
Di bidang Pertanian dengan luas Sawah 1.204 Ha,produksi Padinya belum mampu untuk memenuhi konsumsi masyarakat di Kecamatan Kapur IX, peluang peningkatan produksi adalah melalui penanaman Padi Ladang. Lahannya yang berbukit dan bergelombang merupakan potensi besar dalam penanaman gambir dimana masyarakatnya telah yang mempunyai lahan gambir terluas di Kabupaten Limapuluh Kota, yakni seluas 5.682 ha dengan total produksi 4.764,10 ton pertahun atau 40,4 % dari total produksi Kabupaten Limapuluh Kota sebesar 11.790,60 ton.
PETERNAKAN DAN PERIKANAN
Kerbau merupakan hewan ternak besar yang paling banyak terdapat di Kecamatan Kapur IX. Populasi ternak Kerbau 802 ekor, Sapi adalah 351 ekor, Kambing 1.328 ekor .Selain itu, jenis unggas yang paling banyak terdapat adalah Ayam Buras dengan populasi mencapai 46.694 ekor dan Itik 8.571 ekor, Ayam petelur 1.014 ekor. Sementara luas Kolam adalah 52,70 ha dengan produksi 700,24 ton/tahun, Luas Budidaya Ikan di Sawah 595 Ha dengan produksi 80,44 ton/tahun , luas penangkapan ikan diperairan umum dengan luas 450 ha dengan produksi 43,13 ton/tahun.
PERTAMBANGAN
Di bidang Pertambangan Kecamatan Kapur IX mempunyai potensi seperti : Tambang Batu Bara di Kenagarian Koto Lamo .Nagari Galugua mempunyai potensi Tambang Batu Bara dan Marmar. Sedangkan potensi Galian C yang terdiri dari pasir dan batu berukuran kerikil (Sirtukil) terdapat di Btang Air Paiti,Pambangan, Kapur nan kaciak, dan Kapur nan gadang , dan Tanah Liat di Kenagarian Lubuak Alai.
PARIWISATA
Di Bidang Pariwisata yang dapat dikembangkan dan perlu pengelolaan oleh anak nagari adalah : Di Kenagarian Lubuak Alai adalah Air terjun dan irigasi ,di kenagarian Koto Lamo Batu Lasuang, Situs kebudayaan Batu Basurek dan sebuah Prasasti batu keramat dan batu mejan milik suku melayu Dt. Bosa Di kenagarian Sialang ada Panorama Alam. Di Kenagarian Muaro Paiti terdapat Pemandian Air Panas. Di nagari Durian tinggi terdapat Tapak Candi Koto Gilingan, sedangkan di kenagarian Galugua terdapat 3 okasi temat rekreasi yaitu; ngalau di tepi batang kampar, Batu kamunyi dan batu tungku. Goa atau ngalao apabila dikelola dengan baik dapat sebagai peningkatan ekonomi melalui pemeliharaan burung walet; seperti di kenagarian Koto lamo ada 25 lokasi, di kenagaraian Sialang terdapat ngalau Langkuik, Di Muaro Paiti ada 1 lokasi, dan di Galugua ada 2 lokasi yakni ngalao Batu Rajo dan Langkuik Kolam.
PASAR
Untuk memasarkan hasil bumi dan membeli keperluan rumah tangga di Kecamatan Kapur IX pada masing-masing nagari mempunyai pasar nagari, Lubuak Alai Pasar Tipe A hari minggu, Dinagari Koto Lamo ada 3 unit, yakni di jorong Tanjung Bungo setiap hari Rabu, Jorong Koto Tangah setiap hari Kamis, dan di jorong Koto Tuo setiap hari jumat, di Nagari Sialang ada 2 unit di jorong Ranah Bengkek hari jumat dan pasar di Sialang Ateh hari jumat. Di nagari Muaro Paiti pasar Tipe B pada hari kamis, Pasar Durian Tinggi Type A pada hari senin , dan di Galugua pasar Type A pada hari jumat.

Selasa, 24 September 2013

Rumah Gonjong Kebun Binatang Kota Bukittinggi

Pantai Muara Kota Padang


Kelok Sembilan Kabupaten Lima Puluh Kota




HUBUNGAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI  DENGAN KADAR  HB  PADA  MAHASISWA  TINGKAT III.B  DIII
KEBIDANAN STIKES FORT DE KOCK
BUKITTINGGI TAHUN 2013


KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
 Ahli Madya Kebidanan



Oleh:
TRIZIA NOVA
1015401200




PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
STIKes FORT DE KOCK
BUKITTINGGI
TAHUN 2013

FORT DE KOCK BUKITTINGGI’S HIGH SCHOOL OF HEALTH SCIENCES
STUDY PROGRAM OF MIDWIFERY   
                                                                  
Scintific  Paper, July 2013
Tresia Nova


The Relationship Cycle Regularity Menstrual with Level’s Hb in Grade III.B Diploma III Midwifery of Study Program’s Student Fort De Kock Bukittinggi’s Stikes in 2013

VII +  60 pages + 4  tables + 7  attachements
ABSTRACT

Pre survey results that researchers do at grade III.B Fort De Kock’s Stikes known that the number of students by 65 people. Of these students with a 28 day menstrual cycle of 6 people (9.23%), cycle menstrual 29 amounted to 12 people (18.46%), 30 day cycle menstrual amounted to 7 people (10.7%), cycles menstrual > 35 day amounted to 25 people (38.46%) and 15 men (23.07%) had 2 cycles menstrual for 1 month. The purpose of this study was to determine the relationship cycle regularity menstrual with the levels Hb on Grade III.B student Fort de Kock’s Stikes.
This research is Analytical Survey by cross sectional research design. The experiment was conducted at Fort De Kock’s STIKes with a sample of 65 respondents and a sampling method with a total sampling technique. Data obtained from the questionnaires by respondents and levels Hb with Haemometer Nesco Multi Check. Data analysis using univariate and bivariate analysis. Statistical tests performed by Chi-Square.
The research found there were 65 respondents, there were 40 (61.5%) respondents who had irregular cycles menstrual, and 34 (52.3%) respondents who had higher levels of Hb Normal. Based on the results of statistical tests obtained p = 0.969 (p < 0.05), meaning there is no meaningful relationship between the cycle menstrual with levels Hb.
The conclusion is there is no significant relationship between the cycle menstrual with levels HB. For the respondents expected more attention to the cycle menstrual, especially the occurrence of bleeding and the things that influence the levels of Hb.


References:  23 (1993-2012)





SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN FORT DE KOCK BUKITTINGGI
PROGRAM STUDI KEBIDANAN    
                                                                      
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2013
Tresia Nova

Hubungan Keteraturan Siklus Menstruasi dengan Kadar Hb Pada Mahasiswa Tingkat III.B Program Studi DIII Kebidanan Stikes Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2013

VII +  60 Halaman + 4  tabel + 7  lampiran

ABSTRAK
Hasil pre survey yang peneliti lakukan pada Tingkat III.B Stikes Fort De kock diketahui bahwa jumlah mahasiswa sebanyak 65 orang.  Dari jumlah tersebut mahasiswa dengan siklus menstruasi 28 hari berjumlah 6 orang (9,23%), siklus menstruasi 29 berjumlah 12 orang (18,46%), siklus menstruasi 30 hari berjumlah 7 orang (10,7%), siklus menstruasi >35 hari berjumlah 25 orang (38,46%) dan 15 orang (23,07%) mengalami 2 kali siklus menstruasi selama 1 bulan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan keteraturan siklus menstruasi dengan kadar Hb pada mahasiswa tingkat III.B Stikes Fort de Kock.
Jenis penelitian ini adalah Survei Analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan di STIKes Fort De Kock dengan jumlah sampel 65 responden dan cara pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari pengisian kuesioner oleh responden dan kadar Hb dengan Haemometer Nesco Multi Check. Analisis data dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Uji statistik dilakukan dengan Chi-Square.
Hasil penelitian ditemukan dari 65 responden terdapat 40 (61.5%) responden yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, dan 34 (52.3%) responden yang memiliki kadar Hb Normal. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh p = 0.969 (p < 0,05), berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara siklus menstruasi dengan kadar Hb.
Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan bermakna antara siklus menstruasi dengan kadar Hb. Untuk itu diharapkan kepada responden untuk lebih memperhatikan siklus menstruasi terutama terjadinya pendarahan dan hal-hal yang mempengaruhi kadar Hb. 



Daftar Bacaan:  23 (1993-2012)


KATA PENGANTAR
           
Puji syukur  penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “Hubungan Keteraturan Siklus Menstruasi dengan Kadar Hb Pada Mahasiswa Tingkat III.B Program Studi DIII Kebidanan Stikes Fort De Cock Bukittinggi Tahun 2013”, guna memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan Program D.III Kebidanan.
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih yang tulus kepada:
1.      Ibu Ns. Hj. Evi Hasnita, S.Pd, M.Kes. selaku Ketua STIKes Fort De Kock Bukittinggi.
2.      Ibu, Zuraida, S,ST, selaku Ketua Program Studi DIII Kebidanan STIKes Fort De Kock Bukittinggi.
3.      Ibu Ns. Silvia, S.Kep, M.Biomed. selaku Pembimbing I yang telah banyak meluangkan waktu membimbing penulis dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
4.      Ibu Febriniwati Rifdi, S.SiT. selaku Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
5.      Kepada seluruh staf Dosen Prodi DIII Kebidanan STIKes Fort De Kock Bukittinggi.
6.      Teristimewa kupersembahkan untuk kedua orang tua ku, Ayah Tamsil dan Ibu Ayu Rita yang selalu memberikan dukungan penuh dan mendo’akan peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan baik.
7.      Ku persembahakan juga untuk kakakku yang tercinta Yosi Yuspita, S.Si dan Esa Putra, SE, serta adikku tersayang Jumadil Hidayatul Taufiq yang telah menghiburku dengan canda tawa.
8.      Teman-teman yang seperjuangan yang telah memberikan motivasi pada penulis yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
9.      Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ilmiah secara langsung atau tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa Karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak. Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Bukittinggi,  Agustus 2013


       Penulis





















DAFTAR ISI

LEMBARAN PERSETUJUAN
LEMBARAN PENGESAHAN
ABSTRACT
ABSTRAK.........................................................................................................       i
KATA PENGANTAR......................................................................................      ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................     iv
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………............     vi
DAFTAR TABEL ...........................................................................................    vii
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………............   viii
BAB   I    PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang……………………………………………..............      1
B.     Rumusan Masalah………………………………………….............      7
C.     Tujuan Penelitian…………………………………………...............      7
D.    Manfaat Penelitian……………………………………….…...........      8
E.     Ruang Lingkup Penelitian………………………………..…...........      9
BAB   II  TINJAUAN TEORITIS
A.    Hemoglobin………………………………………………...............    10
B.     Siklus Menstruasi………………………………………..................    19
C.     Anemia..............................................................................................    31
D.    Remaja..............................................................................................   37
BAB   III KERANGKA KONSEP
A.    Kerangka Konsep………………………………………………......    41
B.     Definisi Operasional………………………………..………............    42
C.     Hipotesis...........................................................................................    42
BAN   IV                                                                                                             METODE PENELITIAN
A.    Desain Penelitian……………………...……………………............    43
B.     Tempat dan Waktu Penelitian………….…………………..............    43
C.     Populasi dan Sampel……………………………………….............    43
D.    Aplikasi dengan Metode Penelitian Intervensi…………….............    44
E.     Teknik Pengumpulan Data…………………………………............    45
F.      Teknik Pengolahan Data...................................................................    45
G.    Analisa Data………………………………………………..............    46
BAB V    HASIL PENELITIAN
A.  Deskripsi Umum Lokasi Penelitian....................................................    48
B.  Hasil Penelitian...................................................................................    51
1.      Analisa Univariat..........................................................................    51
2.      Analisa Bivariat............................................................................    52
BAB VI   PEMBAHASAN
A. Analisa Univariat................................................................................    53
B.  Analisa Bivariat..................................................................................    57
BAB VII PENUTUP
A.  Kesimpulan.........................................................................................    60
B.  Saran...................................................................................................    60
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN













DAFTAR GAMBAR

Gambar                                                                                                                  Hal
2.1     Struktur Molekul Home.............................................................................    13
2.2     Molekul  Hemoglobin...............................................................................    13
2.3     Siklus Menstruasi .....................................................................................    27
3.1.    Kerangka Konsep .....................................................................................    41

























DAFTAR TABEL

Tabel ................................................................................................................... Hal
Defenisi Operasional ..........................................................................................    42
5.1. Distribusi Frekuensi Keteraturan Siklus Menstruasi Mahasiswa
       Tingkat III.B STIkes Fort De Kock Tahun 2013........................................    51

5.2. Distribusi Frekuensi Kadar Hb Mahasiswa Tingkat III.B
STIkes Fort De Kock Tahun 2013...............................................................    51

5.3. Hubungan Siklus Menstruasi dengan Kadar Hb Mahasiswa Tingkat III.B
STIkes Fort De Kock Tahun 2013...............................................................    52
























DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran   1   Permohonan Menjadi Responden
Lampiran   2   Format Persetujuan    
Lampiran   3   Prosedur Pemeriksaan Hb dengan Haemometer Nesco Multi Check
Lampiran   4   Lembaran Observasi
Lampiran   5   Kuesioner
Lampiran    6   Data Hasil Penelitian
Lampiran    7   Hasil Analisa Data



Minggu, 15 Mei 2011

Skripsi Sosiologi


KOMPETENSI PEDAGOGIK  GURU  DALAM MENYELENGGARAKAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI
DI SMA NEGERI 9 PADANG